RSS

Sekilas tentang TANAH JARANG

1.Logam tanah jarang merupakan mineral langka yang cukup diminati negara asing sebagai:
Bahan baku untuk peralatan vital militer seperti alat pelacak dan
Peralatan perang lainnya,
2.Tanah jarang memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan material produksi modern seperti:
dalam dunia superkonduktor,
laser, optik elektronik,
glass dan keramik.
3.Unsur tanah jarang (UTJ) banyak kegunaannya dalam industri berteknologi tinggi, dan sumbernya cukup banyak tersedia di Indonesia termasuk yang ada di Pulau Bangka dan Pulau Belitung, terdapat terutama sebagai mineral monasit dan senotim dalam tailing penambangan timah.
4.Logam tanah jarang ini merupakan mineral ikutan yang tergabung di dalamnya seperti :
monazite,
xenotime dan
zircon yang mengandung unsur radioaktif uranium dan torium.
5.Logam tanah jarang di Babel juga merupakan bahan baku penting untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
6.Tin slag I saja kadar timahnya hanya berkisar 15 hingga 20 persen, sedangkan tin slag II diperkirakan kadar timahnya hanya mencapai lima persen dan selebihnya adalah mineral ikutan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.
7.Di Indonesia kita punya 2 jenis mineral yang mengandung LTJ ini. Nama mineralnya monasit dan senotim,
Monasit dan senotim ini di Indonesia adanya di sepanjang pantai kepulauan Bangka, Belitung, Singkep, sama di Rirang Kalbar. Selain dalam bentuk pasir, mineral ini di Bangka sana terdapat sebagai sisa penambangan timah
8.Logam tanah jarang (LTJ) merupakan unsur yang terletak di dalam golongan lantanida dan termasuk tiga unsur tambahan yaitu Yttrium, Thorium dan Scandium .
9.Unsur yang termasuk dalam logam tanah jarang adalah sebagai berikut:
Table: Nama-nama Unsur Logam Tanah Jarang

1. Y Yttrium 39                Gd gadolinium 64
2. Sc Scandium 21          Tb terbium 65
3. La Lanthanum 57         Dy dysprosium 66
4. Ce Cerium 58              Ho holmium 67
5. Pr Praseodymium 59   Er erbium 68
6. Nd neodymium 60       Tm thulium 69
7. Pm promethium 61      Yb ytterbium 70
8. Sm Samarium 62        Lu lutetium 71
9. Eu Europium 63          Th Thorium 90

10.Pemasukkan yttrium, torium dan skandium ke dalam golongan logam tanah jarang dilakukan dengan alasan kesamaan sifat.
11.Logam tanah jarang tidak ditemukan di bumi sebagai unsur bebas melainkan dalam bentuk senyawa kompleks karbonat ataupun fosfat.
12.Logam tanah jarang tidak ditemukan berupa unsur bebas dalam lapisan kerak bumi (earth’s crust). Namun ia berbentuk paduan membentuk senyawa kompleks. Sehingga logam tanah jang harus dipisahkan terlebih dahulu dari senyawa kompleks tersebut. rare earth elemen yang harus dipisahkan terlebih dahulu.
13.Secara umum, rare earth ditemukan dalam bentuk senyawa kompleks phospat dan karbonat. Di bawah ini adalah beberapa contoh mineral logam tanah jarang yang ditemukan di alam.
Bastnaesite (CeFCO3). Merupakan sebuah fluoro-carbonate cerium yang mengandung 60–70% Oksida logam tanah jarang seperti Lanthanum and Neodymium. Mineral bastnaesite merupakan sumber logam tanah jarang yang utama di dunia. Bastnaesite dtemukan dalam batuan cabonatite, dolomite breccia, pegmatite dan amphibole skarn.
Monazite ((Ce,La,Y,Th)PO3) Merupakan senyawa phospat logam tanah jarang yang mengandung 50-70% Oksida LTJ. Monasite diambil dari mineral pasir berat yang merupakan hasil samping dari senyawa logam berat lain. Monasite memiliki kandungan thorium yang cukup tinggi. Sehingga mineral tersebut memiliki sifat radioaktif. Thorium tersebut memancarkan radiasi sehingga perlu memperhatikan aspek keselamatan dalam pemanfaatannya.
Xenotime (YPO4) merupakan senyawa ittrium phosphat yang mengandung 54-65% LTJ termasuk erbium, cerium dan thorium. Xenotipe juga mineral yang di temukan dalam mineral pasir berat seperti pegmatite dan batuan leleh (igneous rocks)
zircon, merupakan senyawa a zirconium silicate yang didalamnya ditemukan thorium, ittrium dan cerium.
14.Dalam memperoleh mineral diatas, tidak bisa didapatkan dengan mudah. Karena jumlah mineral tersebut sangat terbatas. Telebih lagi, mineral diatas tidak terpisah sendiri,tetapi ia tercampur dengan mineral lain. Seperti contohnya pada kepulauan bangka Belitung, mineral ini merupakan hasil samping dari penambangan timah. Sehingga sebelum memperoleh mineral di atas, maka diperlukan proses pemisahan terlebih dahulu.
15.Mineral-mineral yang mendominasi dalam senyawa logam tanah jarang diatas adalah Lanthanum, Cerium, Neodymium. Sehingga mineral ini, menjadi ekonomis untuk dilakukan proses ekstraksi. Sehingga pemanfaatan ketiga mineral ini, sangat tinggi dibanding mineral logam tanah jarang lainnya.
16.Logam tanah jarang telah banyak digunakan pada berbagai macam produk. Penggunaan logam tanah jarang ini memicu berkembangnya material baru. Material baru dengan menggunakan Logam Tanah Jarang memberikan perkembangan teknologi yang cukup signifikan dalam ilmu material. Perkembangan material ini banyak diaplikasikan di dalam industri untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
Contoh perkembangan yang terjadi pada magnet. Logam Tanah Jarang mampu menghasilkan neomagnet, yaitu magnet yang memiliki medan magnet yang lebih baik dari pada magnet biasa. Sehingga memungkinkan munculnya perkembangan teknologi berupa penurunan berat dan volume speaker yang ada. Memungkinkan munculnya dinamo yang lebih kuat sehingga mampu mengerakkan mobil. Sehingga dengan adanya logam tanah jarang, memungkinkan munculnya mobil bertenaga listrik yang dapat digunakan untuk perjalanan jauh. Oleh karenanya mobil hybrid mulai marak dikembangkan.
17.Dalam aplikasi metalurgi, penambahan logam tanah jarang digunakan dalam pembuatan Baja High Strength, low alloy (HSLA), baja karbon tinggi, superalloy, stainless steel. Karena logam tanah jarang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan material berupa kekuatan, kekerasan dan peningkatan ketahanan terhadap panas.
Contohnya pada penambahan logam tanah jarang dalam bentuk additif atau alloy pada paduan magnesiaum dan alumunium, maka kekuatan dan kekerasan paduan tersebut akan meningkat dengan signifikan.
18.Pemanfaatan logam tanah jarang yang lain berupa pelat armor, korek gas otomatis, lampu keamanan di pertambangan, perhiasan, cat, lem. Untuk instalasi nuklir, logam tanah jarang digunakan dalam detektor nuklir dan pengkounter, rod kontrol nuklir.
19.Walaupun kita jarang mendengar nama logam tanah jarang, pemanfaatannya sudah sangat banyak di dunia industri. Berbagai macam pemanfaatan dari logam tanah jarang, menyatakan bahwa material ini merupakan material masa depan. Karena material ini menjadi pemicu lahirnya teknologi baru yang masih akan terus berkembang seperti LCD, magnet dan baterai hybrid. Hal ini mengakibatkan permintaan logam tanah jarang yang akan terus meningkat. Berdasarkan penelitian pasar oleh BBC report untuk Lynas Co. menyatakan bahwa permintaan logam tanah jarang akan terus meningkat hingga menjadi 10% pada tahun 2010 . Sehingga industri logam tanah jarang menjadi sebuah industri yang menjanjikan yang akan terus berkembang di masa depan.
20.Logam Tanah Jarang juga bersifat tidak tergantikan. Hal ini disebabkan sifat Logam Tanah Jarang yang unik. Sehingga sampai saat ini, tidak ada material lain yang mampu menggantikannya. Jika ada, kemampuan yang dihasilkan tidak sebaik material logam tanah jarang. Sifat logam tanah jarang yang digunakan sebagai material berteknologi tinggi dan belum ada penggantinya, membuat logam tanah jarang manjadi material yang vital
21.Negara Tiongkok merupakan produsen utama logam tanah jarang di dunia. Tahun 2005, mereka mampu memproduksi 43,000,000 ton. Kapasitas produksi ini merupakan 50% dari produksi logam tanah jarang dunia. Perkembangan logam Tanah jarang di China dimulai sejak tahun 1985. Saat itu, China sudah berhasil mengolah dua deposit logam tanah jarangnya. Depositnya di bayan Obo yang megandung iron-niobium-LTJ. Sehingga setelah mereka melakukan pemisahan besi dan niobium, maka didapatkan logam tanah jarang. Mereka mengolah Logam Tanah Jarang tersebut sehingga dapat dimanfaatkan.
22.Selanjutnya, dengan produksi logam tanah jarang yang besar tersebut, China mampu mendorong pertumbuhan teknologi industrinya. Kemudian dia mulai mendirikan industri elektronik nasional yang dapat bersaing dengan industri elektronik luar dengan kemampuannya menggunakan material Logam Tanah Jarang. Saat ini, China tidak hanya menguasai pasar barang elektronik seperti komponen komputer, televisi, monitor dan handycam. Tapi hampir semua lini industri dengan harga yang sangat kompetitif. Seperti industri baja, otomotif dan manufaktur lainnya.
23.Potensi besar dari logam tanah jarang tersebut akan sangat menguntungkan jika Indonesia turut serta untuk mengembangkannya. Terlebih lagi, pasir monasite sebagai sumber logam tanah jarang, hanya dijadikan sebagai sampah pembuangan timah. Sehingga sangat luar biasa keuntungan yang didapat, ketika sampah dijadikan material yang jika dilakukan pemprosesan lanjut memiliki nilai jual yang melebihi emas.
24.Tentunya proses pemanfaatan ini, membutuhkan bantuan dan dukungan dari pemerintah. Yaitu dengan penetapan regulasi yang mendukung pengolahan mineral logam tanah jarang seperti pembuatan sarana dan prasarana, perlindungan pemasaran sebagai inkubator awal industri nasional, dan yang utama bantuan permodalan untuk pendirian industri ini. Karena pendirian industri pertambangan yang kompetitif, memerlukan permodalan yang tinggi. Hal ini bertujuan untuk membeli peralatan berefisiensi tinggi sehingga menurunkan biaya (cost) produksi sehingga memiliki harga jual yang kompetitif.

Referensi:
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_tanah_jarang
2.http://blognuklir.wordpress.com/2010/10/23/china-incar-logam-tanah-jarang-di-babel/
3.http://agushardiyanto.blogspot.com/2010/10/mineral-tanah-jarang.html

 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2011 in Fisika

 

RESUME HARIAN PLTN FUKUSHIMA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI TANGGAL 11 MARET 2011 DI JEPANG

Jam yang ditampilkan :
JST (Japan Standard Time) = GMT +9

Minggu Pertama Jum’at, 11 Maret 2011
14:46 Terjadi gempa bumi dgn kekuatan 9 SR.

Fukushima No.1, reaktor unit 1, 2, dan 3 berhenti (automatic shutdown)

Fukushima No.2, reaktor unit 1, 2, 3, dan 4 berhenti (automatic shutdown)
19:03 Pemerintah mengumumkan darurat nuklir
21:23 Pengumuman daerah evakuasi bagi masyarakat disekitar lokasi

Sabtu, 12 Maret 2011
>14:00 Unit 1:NISA mengumumkan kemungkinan terjadi pelelehan bhn bakar .

PM Naoto Kan mengumumkan radius evakuasi 10km untuk Fukushima No.2, dan 20 km utk Fukushima No.1
+/-14:30 Dilakukan venting utk mengurangi tekanan di dalam bejana tekan reaktor
15:36 Terjadi ledakan gas hidrogen . Bangunan pengungkung rusak, namun bejana tekan reaktor dipastikan masih utuh.
23:00 Dilakukan pemompaan air laut kedalam teras reaktor utk pendinginan

Minggu, 13 Maret 2011
05:10 Unit 3:Seluruh pompa pendingin tdk berfungsi

Senin, 14 Maret 2011
11:01 Unit 3:Terjadi ledakan gas hidrogen. Diperkirakan terjadi pelelehan pd sebagian bhn bakar.Bangunan pengungkung rusak, namun bejana tekan reaktor dipastikan masih utuh.
13:25 Unit 2:Seluruh pompa pendingin tdk berfungsi.Diperkirakan terjadi pelelehan pd sebagian bhn bakar.

Unit 4: Temp. air kolam tempat penyimpanan bahan bakar bekas, naik.

Selasa, 15 Maret 2011
06:14 Unit 2:Terdengar ledakan dr arah bangunan reaktor unit 2.Suppression pool diperkirakan rusak.
09:40 Unit 4:Terjadi kebakaran.

Unit 3:Terdeteksi laju dosis sebesar 400 mSv/jam di sekitar gedung.
>11:00 PM Naoto Kan mengumumkan:- masyarakat dalam radius 20km s.d. 30km agar mengurangi kegiatan diluar rumah.- masyarakat di dalam radius 20km, evakuasi tetap dilanjutkan.
22:00 Unit 4NISA memerintahkan agar kolam penyimpanan bbb ditambahkan air

Rabu, 16 Maret 2011
Unit 3: Terlihat banyak asap putih keluar dr bangunan bagian kolam penyimpanan bb bekas. Akibatnya air kolam berkurang (dipastikan dr helicopter).Utk itu dilakukan pengguyuran air laut ke dalam kolam bb bekas dgn bantuan CH47 (1x angkut, 7.5ton air laut). Pengguyran direncanakan 4x, dimulai pd jam 10-an.
Unit 4: Air kolam bb msh cukup (dipastikan dr helikopter) shg pemompaan air laut blm diperlukan (mendahulukan unit 3).Terlihat terjadi kebakaran lagi pada 05.45, namun pada 06:15 sudah tidak terlihat lagi.
Unit 1,2, dan 3 Pemompaan air laut kedalam bejana tekan reaktor.Diperkirakan permukaan air sudah lbh rendah dr panjang bhn bakar shg bagian atas bhn bakar tidak terendam.

Kamis, 17 Maret 2011
07:00 Unit 3:
Cek prosedur pengguyuran air kedalam kolam penyimpanan bbb dari Heli CH47
Pengguyuran air ke kolam penyimpanan bbb pd pk. 09:48, 09:52, 09:58, 10:01
07:30 instalasi kabel jaringan listrik masih dilanjut
17:30 Penyambungan kabel jaringan luar ke dalam unit 2 selesai.

Unit 6:
Sebuah diesel generator cadangan pada unit 6 dipastikan dapat beroperasi. Digunakan utk catu unit 5 dan 6. Penambahan air Kolam penyimpanan bbb bias dilakukan dengan menggunakan MUWC.
Direncanakan mengoperasikan water spray pada RPV dengan menggunakan daya dari instalasi yang sudah diperbaiki.

Minggu ke-2Sabtu, 19 Maret

Tokyo Fire Dept. memberangkatkan 30 mobil pemadam kebakaran beserta 139 personil tim rescue fire-fighter. Termasuk didalamnya sebuah mobil yang dilengkapi dengan tower air setinggi 22m.
Terdeteksi paparan radiasi sebesar 150uSv/jam di dalam radius 30km arah timur laut Fukushima I.
Pemerintah Jepang memperbarui tingkat INES bagi Unit 1, 2, dan 3 menjadi tingkat 5.
Unit 4 yang mengalami kehilangan air pada kolam penyimpanan bbb diklasifikasikan menjadi INES tingkat 3.
Pada pk.11:00 waktu setempat, tingkat radiasi di sekitar bangunan reaktor turun, dari 351.4 menjadi 265 uSv/jam, namun tidak dapat dipastikan apakah hal tersebut akibat penyemprotan air yang dilakukan.

Sabtu, 19 Maret

100 personil pemadam kebakaran datang menggantikan tim sebelumnya.
Penyemprotan air ke kolam penyimpanan bbb pd reaktor unit 3 menggunakan mobil dgn tower air setinggi 22m. Penyemprotan dilakukan selama 7 jam. TEPCO mengumumkan bahwa penyemprotan tersebut telah berhasil menurunkan temperatur disekitar batang bb menjadi kurang dari 100C.

Minggu, 20 Maret

Jaringan listrik eksternal telah berhasil tersambung ke reaktor unit 2, namun pekerjaan masih diperlukan untuk memperbaiki instrumen yang diperlukan.
Diesel generator pada unit 6 yang sudah diperbaiki berhasil mendinginkan unit 5 dan 6 sehingga cold shutdown dapat terlaksana dengan selamat. Kolam penyimpanan bbb pada kedua unit tersebut juga telah kembali ke temp. normal.
TEPCO mengumumkan bahwa tekanan pada pengungkung (containment vessel) Unit 3 meningkat sehingga perlu dilakukan venting udara yang sudah terkontaminasi radioaktif, namun akhirnya dibatalkan.
Sekretaris Kabinet Mr. Edano menyatakan bahwa reaktor yang telah mengalami kerusakan dan terkontaminasi akan ditutup setelah selesai krisis.

Senin, 21 Maret

Pekerjaan perbaikan terhenti pada unit 3 terlihat kembali asap keabuan yang muncul dari arah tenggara bangunan unit 3 yakni daerah dimana kolam penyimpanan bbb berada. Asap muncul sekitar pk. 15:55 namun menghilang sekitar pk.17:55 waktu setempat.
Beberapa pekerja sempat dievakuasi, namun tidak terlihat perubahan tingkat paparan radiasi maupun perubahan status reaktor.
Pada pk.18:22, terlihat asap (kemungkinan steam) dari unit 2, diikuti dengan kenaikan temporer tingkat paparan radiasi.
Kabel jaringan listrik dibentangkan ke unit 4.
Jaringan listrik unit 5 selesai ditransfer ke jaringannya sendiri yang sudah diperbaiki. Jaringan transmisi sebelumnya dari diesel generator unit 6, diputus.

Selasa, 22 Maret

Asap masih membumbung dari unit 2 dan unit 3, namun semakin tipis. Diduga berasal dari steam yang terbentuk akibat penyemprotan air ke bangunan reaktor tersebut.
Injeksi air laut kedalam unit 1, 2, dan 3 masih berlangsung.
Pekerjaan penyambungan kabel listrik pada unit 4 masih berlangsung. Pekerjaan penyambungan listrik eksternal ke gedung reaktor unit 1 s.d. 6 selesai.
Penerangan telah kembali berfungsi pada ruang Kendali (control room) reaktor unit 3.

Rabu, 23 Maret

Sore hari, asap kembali terlihat dari reaktor unit 3. Kali ini berwarna hitam dan abu2 gelap. Pekerja kembali dievakuasi.
Feed water system pada unit 1 telah pulih sehingga kecepatan penambahan air ke dalam reaktor dapat ditingkatkan.
Sekretaris Kabinet menyatakan telah dijumpai radioaktivitas pada air minum di Tokyo dengan tingkat 2x lipat dari batas normal untuk anak-anak. Ditambahkan, dengan demikian air minum tersebut tidak disarankan untuk dicampur kedalam susu formula untuk anak-anak.
Kamis, 24 Maret

Injeksi air laut kedalam unit 1,2, dan 3 tetap berlangsung, dan laju paparan radiasi disekitar reaktor turun menjadi 200uSv/jam.
Listrk pada reaktor unit 1 pulih, penerangan pada ruang kendali sudah nyala kembali.
3(tiga) pekerja dijumpai terpapar radiasi tinggi akibat air yang mengandung radioaktif diserap oleh protective clothes yang dipakai dari kaki yang tidak mengenakan protective boot. Pada prosedur keselamatan bekerja didalam reaktor nuklir, tidak ada petunjuk harus menggunakan protective boot karena perusahaan tidak memperkirakan skenario dimana pekerja bekerja dalam posisi berdiri di atas genangan air yang mengandung radioaktif.
Pekerja terpapar radiasi 2 s.d.6 Sv pada kulit di bagian bawah pergelangan kaki. Radioaktivitas pada air dimana pekerja berdiri diperkirakan 3.9 MBq/cc. Air diperkirakan terkontaminasi radioaktif yang berasal dari batang bb yang rusak.
Temperatur permukaan luar reaktor unit 1,2,3, dan 4 terus menurun sampai di bawah 20C.

Minggu ke-3Jum’at, 25 Maret

Diduga telah terjadi kebocoran pengungkung (containment vessel) pada reaktor unit 1, 2, dan 3. Namun NISA menyatakan, kebocoran paling mungkin terjadi pada pengungkung reaktor unit 3 sehingga radiasi bocor keluar.
Kyodo melaporkan bahwa air yang dijumpai pada bangunan instalasi turbin reaktor unit 1 dan 2 mengandung radioaktif tinggi.
US Navy mengangkut sekitar 500.000 US gal (1890 m3) air murni (fresh water) untuk keperluan pendinginan inti reaktor, dan diperkirakan akan tiba 2 hari kemudian.
Pemerintah Jepang menyediakan transportasi bagi warga didalam zona radius 30km yang ingin evakuasi.
Pemerintah Jepang menyatakan, air kran di Tokyo dan Chiba telah kembali aman untuk dikonsumsi anak-anak dan bayi. Namun di daerah Hitachi dan Tokaimura masih tetap belum aman.
Unsur Iodine-131 yang dijumpai di laut sekitar menunjukan aktivitas 50 Bq/cc, yang berarti 1250x batas normal.

Sabtu, 26 Maret

Air yang digunakan untuk diinjeksi ke dalam reaktor unit 1, 2, dan 3 diganti dari air laut menjadi air murni (fresh water).
Tingkat paparan radiasi disekitar lokasi sudah menurun, namun tetap masih tinggi, yakni 170uSv/jam.
14:30 – Hasil analisa air laut di tempat pembuangan air bagian selatan dari reaktor unit 3 diperoleh hasil bahwa utk aktivitas jenis Iodine-131 sebesar 74 Bq/cc.
15:30 – Temperatur kolam penyimpanan bbb unit 1,2, dan 4 yakni 43C.

Minggu, 27 Maret

Pada mulanya, jumpai tingkat paparan radiasi yang sangat tinggi, yakni sekitar 1 Sv/jam , yang dijumpai pada lantai basement bangunan turbin reaktor unit 2 memberi indikasi telah terjadi kebocoran pengungkung. Para pekerja telah dievakuasi dari reaktor unit 2 tersebut.
Namun setelah TEPCO melakukan kajian ulang, ternyata paparan Iodine-134 masih dibawah batas aman.
Genangan air dengan kontaminasi yang lebih rendah juga dijumpai pada gedung bangunan turbin unit 1 dan unit 3
Senin, 28 Maret

NISA(Nuclear and Industrial Safety Agency) Official News Releases: tgl.28 Maret 2011 pagi

– Injeksi fresh water ke dalam bejana tekan reaktor unit-2 yang dilakukan dengan menggunakan pompa pemadam kebakaran, diganti dengan unit pompa (listrik) sementara (temporary electric pump unit) (18:31, March 27).

Laporan ditayangkan oleh stasiun NHK pada pk.20:00:

– Kementerian Pertahanan Jepang merilis video yang diambil dari helikopter pada Minggu, 27 Maret 2011 pk.10:00 waktu setempat. Dalam video terlihat:
Atap bangunan reaktor unit 1 telah runtuh akibat ledakan hidrogen.
Dijumpai beberapa lubang besar pada atap bangunan reaktor unit 2, dan uap putih dari steam terlihat keluar dari lubang-lubang tersebut.
Pada bangunan reaktor unit 3 hanya tersisa kerangka baja bagian atas saja dari bangunan reaktor. Crane di atas kolam penyimpan bbb (bahan bakar bekas) nampak telah runtuh dan jatuh kedalam kolam sehingga kemungkinan besa mengakibatkan beberapa perangkat bahan bakar di dalam kolam rusak. Uap putih steam masih keluar dari bangunan tersebut.
Dinding bangunan reaktor unit 4 telah runtuh memperlihatkan beberapa kerangka struktur bangunan serta peralatan instrumen di dalamnya. Uap steam terlihat pada beberapa tempat.
– Opini NSC (Nuclear Safety Commission) atas genangan air pada bangunan turbin unit 2 yang terkontaminasi tinggi adalah kemungkinan lelehan batang bahan bakar telah menembus keluar pengungkung reaktor (containment vessel) melalui suatu tempat (lokasi pada pengungkung) yang belum diketahui. Namun demikian NSC menyatakan bahwa proses injeksi air kedalam reaktor unit 2 masih tetap bisa dilanjutkan (pk.13:25 JST, 28 Maret 2011).

– Air laut di bagian utara kompleks PLTN Fukushima I dinyatakan telah terkontaminasi. Unsur radioaktif yang terkandung adalah iodine-131 dengan konsentrasi 1150x batas legal (legal standard). Unsur radioaktif I-131 ini juga dijumpai pada air laut di selatan kompleks PLTN beberapa hari lalu. NISA (Nuclear and Industrial Safety Agency) menyatakan bahwa unsur radioaktif kemungkinan telah bergerak masuk ke laut. (13:25 JST, 28 Maret 2011).

– Pada hari Minggu, 27 Maret 2100 sekitar pk. 15:30 JST, TEPCO menjumpai genangan air dalam terowongan tempat pipa-pipa penyalur pada reaktor unit 2 telah terkotaminasi dengan tingkat kontaminasi yang sama dengan yang dijumpai pada genangan air di bangunan turbin. TEPCO, menurut berita hari Senin, 28 Maret pk.18:40 JST, sedang melakukan penyelidikan atas keterkaitan kedua temuan tersebut.
Selasa, 29 Maret
02:20 TEPCO menemukan keberadaan plutonium tingkat rendah pada 5(lima) sampel tanah dari kompleks PLTN Fukushima 1 yang dilakukan pada 21 dan 22 Maret lalu, dengan tingkatan yang tidak membahayakan kesehatan manusia. TEPCO juga menyatakan bahwa 2 dari 5 sampel tersebut merupakan akibat langsung dari kecelakaan nuklir tersebut. Menurut NISA, tingkat yang terdeteksi sama dengan yang dijumpai di Jepang pada umumnya. NISA kini menunggu hasil survei lainnya yang dilakukan oleh Kementerian Pengetahuan (Science Ministry) pada radius diluar 20km, selain survei lanjutan dari TEPCO sendiri.
08:30 Menurut NISA, TEPCO kini berusaha menyeimbangkan antara air yang di-injeksi dengan air yang merembes keluar berdasarkan kenyataan pada Senin lalu dengan dijumpainya genangan air yang terkontaminasi, baik pada bangunan turbin di reaktor unit 2 maupun di parit-parit diluat bangunan. Pada parit di reaktor unit 1, tinggi air hanya tinggal 10 cm saja untuk meluber keluar parit sehingga telah di timbun/dihalangi oleh semen dan karung-pasir. Pada unit 2 dan 3, tinggi air masih 1m untuk luber keluar parit.TEPCO berharap akan memperoleh solusi untuk menghindari lubernya air dari parit-parit tersebut secepatnya. Parit-parit ini terbuat dari beton, dengan tinggi 4m dan lebar 3m sebagai tempat pipa-pipa saluran dan kabel-kabel listrik. Panjang parit sekitar 76m menuju laut tapi tidak sampai ke laut sehingga air-air yang terkontaminasi yang berada dalam parit-parit tersebut tidak mengalir masuk ke laut. Paparan radiasi pada permukaan air yang menggenang di dasar bangunan turbin reaktor unit 2 sebesar 1000 mSv/jam, sedangkan paparan radiasi pada permukaan air di dalam parit diluar unit 1 sebesar 0,4 mSv/jam sedangkan pada parit unit 3 gagal diukur karena parit tertutup puing-puing reruntuhan. Pada hari Senin, Temperatur meningkat 20C pada reaktor unit 2 akibat TEPCO mengurangi volum injeksi air ke reaktor, dari 16ton/jam menjadi 7ton/jam yakni jumlah yang diperkirakan sudah cukup untuk menggantikan air yang menguap. TEPCO juga menyatakan bahwa pihaknya tidak ada maksud ataupun niat untuk menyembunyikan data terkait kecelakaan nuklir pada Fukushima I ini.
Rabu, 30 Maret
12:02 JST Asap keluar dari bangunan turbin reaktor unit 1, Fukushima II
Asap terlihat keluar dari bangunan turbin reaktor unit 1, Fukushima II, instalasi yang sebelumnya dinyatakan bebas dari dampak gempa/tsunami.
Lokasi instalasi Fukushima II terletak di sebelah selatan instalasi Fukushima I bermasalah.
TEPCO menyatakan alarm berbunyi pada 17:50, 20 Maret (Rabu) kemarin yang mengindikasikan ada gangguan instrumen listrik di lantai 1 gedung bangunan turbin.
Setelah dikonfirmasi lebih lanjut, disimpulkan bahwa asap berasal dari perlengkapan listrik yang menjalankan motor untuk pompa penghisap air dari luar.
Pada 18:13, pekerja mematikan motor pompa tersebut dan asap berhenti. Penyelidikan akan hal ini masih dilakukan.
Seperti diketahui, Fukushima II terdiri atas 4(empat) buah reaktor nuklir yang berhasil shutdown dengan selamat, dimana temperatur berada kurang dari 100C.
16:57 JST Menteri METI meminta PLTN-PLTN lain untuk segera mengevaluasi tindakan keselamatan
Menteri METI, Banri Kaieda, meminta kepada seluruh industri listrik di seluruh Jepang agar meningkatkan ketersediaan sumber-sumber listrik darurat secara aman pada instalasi-instalasi PLTN mereka. Keamanan akan ketersediaan sumber listrik mobile harus ditingkatkan, disamping keamanan akan ketersediaan rute lintasan sumber air yang diperlukan oleh pemadam kebakaran. Menteri mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu, 30 Maret bahwa bencana yang menimpa instalasi Fukushima I disebabkan oleh kegagalan menjaga keamanan sumber-sumber listrik darurat sehingga mengakibatkan kegagalan sistem pendingin pada reaktor-reaktor nuklir tersebut. Menteri juga meminta agar setiap perusahaan-perusahaan terkait mengevaluasi ulang tindakan kedaruratan mereka untuk selanjutnya segera menyelenggarakan latihan (drills) dalam sebulan ini atau menghentikan operasi PLTN mereka. Namun demikian, Banri Kaieda menambahkan bahwa hal ini dilakukan bukan berarti ada keinginan pemerintah untuk menghentikan kegiatan dan operasi PLTN karena Jepang sampai saat ini bergantung sekitar 30% pasokan listrik dari PLTN.
Menurut pengamatan NHK, 90% dari 15 instalasi PLTN di seluruh Jepang diluar 2(dua) instalasi PLTN Fukushima telah menyiapkan sumber listrik darurat yang baru, termasuk sumber listrik bergerak (mobile). Beberapa perusahan diantaranya telah menyelenggarakan simulasi prosedur pendinginan reaktor darurat dengan skenario terjadi kerusakan pada sumber litrik darurat.
16:37 JST TEPCO menunda pembersihan air yang terkontaminasiSelasa pagi, 29 Maret, Operator Fukushima I menghentikan sementara pekerjaan pemindahan air yang terkontaminasi dari lantai basement gedung turbin ke kondenser turbin tersebut pada reaktor unit 1 karena kondenser sudah penuh.
Selain itu, TEPCO berencana untuk memindahkan air yang terkontaminasi yang dijumpai di dalam terowongan diluar gedung turbin ke fasilitas limbah dengan kapasitas 25.000 ton yang ada di lokasi. Dalam air ini dijumpai kandungan radioaktif Iodine dan Cesium dengan konsentrasi rendah, sekitar sepersepuluh konsentrasi pada operasi normal. Permukaan air di terowongan tersebut kini hanya tinggal 10 cm dari atas terowongan. NISA menyatakan bahwa air-air tersebut tidak akan dibuang ke laut.
Pemindahan air seperti pada unit 1 juga dilakukan pada unit 2 dan unit 3, dimana kapasitas kondensernya masing-masing 3000 ton dan kini sudah penuh. Direncanakan air pada kondenser tersebut akan dipindah ke tanki air lain dengan menggunakan pompa berkapasitas 10-25 ton air/jam. Bila kondenser telah kosong, pemindahan air dari lantai basement ke kondenser akan dilanjutkan.
15:15 JST Udara kemungkinan telah bocor dari reaktor unit 2 dan unit 3
Adanya indikasi penurunan tekanan pada Bejana Tekan Reaktor(BTR) memungkinkan telah terjadi kebocoran udara, demikian NISA mengungkapkan pada News Conference, Rabu 30 Maret kemarin menjawab spekulasi telah terjadi kerusakan BTR di kedua reaktor tersebut. NISA menambahkan bahwa hasil pemeriksaan menyimpulkan tidak dijumpai indikasi telah terjadi cracks yang besar ataupun lubang di kedua BTR tersebut.
12:23 JST Kontaminasi radioaktif pada air diluar instalasi Fukushima INISA menyatakan bahwa hari Selasa pagi, 01:55, 29 Maret telah dijumpai radioaktif Iodine-131 dengan tingkat 3355 x batas regulasi (regulation standard) di lokasi tempat pembuangan air (water outlet) reaktor unit 1 s.d. unit 4, 330m selatan instalasi Fukushima I. Ini merupakan temuan konsentrasi tertinggi yang dijumpai pada lokasi diluar instalasi. Pada water outlet reaktor unit 5 dan unit 6, 50 m utara instalasi Fukushima I, dijumpai Iodine-131 sebesar 1262x batas regulasi pada Selasa, 02:10, 29 Maret.
Apabila air tersebut mengalir masuk ke laut, air laut didekat lokasi akan terkontaminasi namun akan ter-encerkan (dilute) sehingga diluar area evakuasi 20km tidak akan membahayakan lagi. Setelah temuan ini, perusahaan akan berusaha untuk mencegah air mengalir masuk ke laut lagi.
Hasil pemantauan tingkat pencemaran udara akibat radiasi (airbone radiation levels) mengindikasikan penurunan di sejumlah prefektur, termasuk prefektur Fukushima sampai di dekat Ibaraki. Pamantauan dilakukan oleh masing-masing pemerintah kota setempat.

Kamis, 31 Maret

Unit 1:
untuk melanjutkan pemindahan genangan-genangan air yang terkontaminasi pada lantai basement gedung bangunan turbin ke kondenser, sejak pk.12:00 tgl.31 kemarin dilaksanakan pengosongan kondenser yang telah penuh dengan memindahkan airnya ke surge tank pada supression pool.
sirkulasi air kolam penyimpanan bbb dilakukan dengan menggunakan pompa truk semen (dengan fresh water) mulai pk.13:03, tgl. 31 kemarin.
pemompaan air yang terkontaminasi dari terowongan di luar gedung turbin untuk dipindahkan ke fasilitas penyimpanan limbah telah dilakukan sejak pk.09:20 s.d. pk.11:25, tgl. 31 kemarin. Kini permukaan air dalam terowongan tersebut telah turun dari -0,14m menjadi -1,14m.
Selanjutnya TEPCO memasang kamera pemantau untuk mengawasi ketinggian permukaan air pada terowongan tersebut agar tidak melimpah (luber) keluar.
Akibat cuaca yang tidak mengijinkan, tgl.31 kemarin TEPCO membatalkan rencana penyemprotan area di seluruh instalasi Fukushima dengan larutan khusus (larutan adhesive kimia sintetik) untuk menghindari runtuhan puing-puing sisa-sisa ledakan sebelumnya yang mengandung radioaktif agar tidak terbang kesana-kemari dibawa angin.
Larutan resin sintetik tersebut yang diharapkan dapat “mengikat” debu yang terkontaminasi, rencananya akan disemprotkan disekitar reaktor unit 4 dan unit 6. Apabila berhasil, penyemprotan akan dilanjutkan ke unit reaktor lainnya di lingkungan instalasi Fukushima I
Unit 3:
proses pengosongan kondenser yang dilakukan sejak pk.17:40 tgl.28 telah selesai dilakukan pada pk.08:37 tgl.31 kemarin. Kini kondenser telah kosong dan siap diisi oleh air genangan yang terdapat pada lantai basement gedung bangunan turbin.

Kemungkinan penerimaan paparan radiasi
Penduduk:
Pada tgl.29 Maret (Selasa) kemarin, pada sejumlah 106.095 penduduk Fukushima telah dilakukan screening(pemeriksaan) kontaminasi radiasi.
Hasilnya, 102 penduduk diantaranya terkontaminasi lebih dari 100.000 cpm, namun setelah diperiksa ulang tanpa mengenakan baju, kontaminasi turun menjadi kurang dari 100.000cpm. Tidak dijumpai efek apapun terhadap kesehatan penduduk tersebut.
Pekerja:
Dijumpai sejumlah 20 pekerja yang bekerja pada instalasi Fukushima I selama ini telah menerima paparan diatas 100mSv.

Bantuan Tenaga Asing dari Perusahaan AREVA, Perancis
Presiden AREVA di Jepang mengatakan dalam interview dengan NHK, akan mendatangkan 5 tenaga ahli dari kantor AREVA Perancis yang memiliki keahlian dalam mengendalikan air yang terkontaminasi pada reaktor nuklir pada tahap dekomisioning (proses penghentian operasi reaktor nuklir dan pengembalian kondisi lingkungan ke rona awal lingkungan semula).

Sumber: bapeten.net

 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2011 in Nuklir

 

Analisis Sementara Fukushima-1

Tanggal 11 Maret 2011 terjadi gempa berskala besar dan tsunami yang melanda Jepang. Sehari kemudian terjadi ledakan pada PLTN Fukushima 1. Belum jelas apa yang terjadi sesungguhnya di sana. Menanggapi hal itu, Dr. Alexander Agung, ST., M.Sc (staf pengajar Jurusan Teknik Fisika yang saat ini turut dalam pengkajian keselamatan PLTN di Swedia) telah melakukan analisis sementara berdasarkan info yang diperoleh sampai saat ini dan kemungkinan bisa berubah seiring waktu.

Fukushima I unit 1 adalah PLTN bertipe BWR (Boiling Water Reactor) dengan daya listrik sebesar 460 MW (daya termal 1553 MW, dengan asumsi efisiensi termal 30%). Dibangun akhir tahun 60-an dan mulai mulai beroperasi tahun 1970.

Pada reaktor nuklir, energi dihasilkan dari reaksi fisi atau pembelahan inti atom. Ketika proses fisi berlangsung, dihasilkan pula produk-produk yang bersifat radioaktif dan oleh karenanya juga meluruh (berubah menjadi inti atom lain dengan memancarkan energi). Dengan demikian energi total yang terdapat pada reaktor nuklir adalah jumlahan dari energi fisi dan energi peluruhan radioaktif (sebenarnya masih ada juga energi dari bahan struktur, tetapi jumlahnya kecil). Ketika reaktor dioperasikan dalam waktu yang lama, terjadi kondisi setimbang (equilibrium), di mana energi dari peluruhan radioaktif menyumbang sekitar 6-7% dari total energi yang ada pada reaktor. Besar atau kecilnya energi yang dihasilkan dari reaksi fisi ditentukan dari banyak atau sedikitnya proses fisi yang terjadi, dan untuk mengendalikannya diperlukan batang pengendali (control rods). Jika semua batang kendali dimasukkan ke dalam reaktor, reaksi fisi akan berhenti berlangsung dan energi fisi tidak diproduksi. Dengan kata lain, reaktor menjadi padam (shutdown). Akan tetapi, perlu diingat, selain energi fisi masih terdapat energi peluruhan. Besarnya sekitar 6-7% di saat reaktor padam, akan tetapi besarnya akan berkurang seiring dengan waktu. (untuk mhs teknik nuklir, cek buku ’Nuclear System 1’ by Todreas & Kazimi, halaman 67-68).

Salah satu perhatian utama pada aspek keselamatan nuklir adalah bagaimana menjaga agar bahan radioaktif tidak lolos ke lingkungan. Untuk itu, ada jargon yang terkenal yaitu 3C (Control, Cool and Contain). “Control” terkait dengan bagaimana mengoperasikan reactor sehingga tidak terjadi eksursi (peningkatan yang tajam) energi. ”Cool” berkaitan dengan upaya untuk selalu mendinginkan bahan bakar, dan “Contain” terkait dengan upaya untuk menjaga agar bahan radioaktif tetap berada di dalam reactor. Selama ketiga aspek ini masih berfungsi dengan baik, maka pelepasan radioaktivitas ke lingkungan adalah sangat minimal. Perlu diingat bahwa ketiga aspek tersebut bisa dianggap sebagai lapisan pertahanan. Jika reaktor tidak bisa dikendalikan (aspek Control), maka ada sistem proteksi yang membuat reaktor padam dan sistem pendinginan yang selalu mendinginkan bahan bakar (aspek Cool). Jika sistem pendinginan tidak berfungsi, maka masih ada pengungkung reaktor yang terbuat dari baja dan bangunan reaktor yang akan mencegah lepasnya bahan radioaktif ke lingkungan (aspek Contain).

Lalu bagaimana kaitannya dengan yang terjadi di Fukushima? Seperti telah diketahui, semuanya berawal dari gempa dan kemudian tsunami. Ketika gempa terjadi, sistem proteksi segera berfungsi yang kemudian memadamkan reaktor. Ini salah satu fitur yang perlu diacungi jempol. Pada saat itu, di dalam reaktor sudah tidak ada reaksi fisi. Akan tetapi masih ada energi dari peluruhan radioaktivitas, seperti yang saya sebutkan di atas. Pada saat reaktor padam, masih ada 7% dari 1533 MW dari peluruhan, atau sebesar 107 MW. Sebagai perbandingan, daya di reaktor GA Siwabessy di Serpong sebesar 30 MW. Dalam kondisi semacam ini maka salah satu sistem pendinginan yang disebut dengan RHRS (Residual Heat Removal System) akan mulai beroperasi (aspek ”Cool”). RHRS ini berfungsi untuk mengalirkan air pendingin ke dalam reaktor sehingga bahan bakar tidak menjadi terlalu panas. Karena Fukushima adalah reaktor buatan tahun 60-an, kemungkinan sistem RHRS ini berfungsi secara AKTIF. Artinya untuk mengalirkan pendingin diperlukan pompa yang jelas membutuhkan energi listrik. Sistem ini kenyataannya berfungsi. Akan tetapi sekitar satu jam kemudian, generator listrik cadangan untuk menjalankan pompa tidak berfungsi karena ada tsunami. Akibatnya aliran pendingin menjadi tidak efektif. Dalam jargon nuklir, situasi ini dikenal dengan istilah LOFA (Loss-of-Flow Accident), yaitu air pendingin tetap ada tetapi tidak mengalir. Akibatnya lagi panas yang dihasilkan di bahan bakar akibat peluruhan radioaktif tidak bisa ditransfer ke pendingin dengan baik dan menyebabkan naiknya temperatur bahan bakar dan pendingin. Ada dua fenomena yang kemudian dapat terjadi. Pertama, dengan naiknya suhu pendingin, ada kemungkinan terjadi proses penguapan/pendidihan jika suhu pendingin melebihi titik saturasinya. Jika proses ini berkelanjutan, akibatnya adalah bagian atas dari reaktor menjadi tidak tertutupi cairan, akan tetapi uap air. Jika telah terjadi kondisi semacam ini, maka kemungkinan terjadinya pelelehan bahan bakar menjadi besar. Jika bahan bakar meleleh, maka material radioaktif yang tadinya ada di bahan bakar akan ikut terlepas ke sistem pendingin. Di sinilah pentingnya aspek ”Contain”. Kedua, seiring dengan naiknya suhu bahan bakar, suhu selongsong juga ikut naik. (Selongsong adalah material yang membungkus bahan bakar, terbuat dari paduan logam Zirkonium). Dalam kondisi normal suhu selongsong berkisar antara 330-350 derajat Celsius. Akan tetapi, pada suhu yang tinggi di atas 900 derajat Celsius, zirkonium akan mengalami oksidasi karena beraksi dengan air pendingin.

Zr + 2 H2O –> ZrO2 + 2 H2

Dari reaksi tersebut, terlihat bahwa akan dihasilkan gas hidrogen. Laju reaksi pembentukan hidrogen ini sangat tergantung dari suhu, semakin tinggi suhu, semakin banyak hidrogen yang dihasilkan. Jadi di sini ada dua jenis material berbentuk gas yang kemungkinan terbentuk, yaitu uap air dan hidrogen. Oleh karena itu, tekanan di dalam reaktor akan semakin meningkat (pressurization). Tekanan yang terlalu besar akan membahayakan integritas struktur reaktor. Oleh karena itu, operator Fukushima melakukan venting, atau membuka PRV (pressure relieve valve, katup penurun tekanan) dengan harapan tekanan di reaktor berkurang. Dengan proses venting ini, maka baik uap air maupun hidrogen akan terakumulasi di antara sungkup reaktor (terbuat dari baja) dan bangunan reaktor (beton).

Sampai saat ini belum jelas apa yang terjadi sebenarnya, akan tetapi dugaan saya hidrogen yang terakumulasi tersebut mengalami reaksi dengan oksigen dan terjadi apa yang disebut dengan hydrogen explosion. Inilah yang menyebabkan ”meledaknya” bangunan Fukushima 1 unit 1.

Berdasarkan press conference yang diadakan oleh pemerintah Jepang, dinyatakan bahwa pengungkung reaktor masih aman dan tingkat radioaktivitas menurun. Oleh karena itu saya menduga:
1. Tidak ada core melt.
Mengingat peristiwa ini berlangsung sekitar 1 hari setelah gempa, maka panas peluruhan telah berkurang dari 7% menjadi 0,5% atau sekitar 7,5 MW.

2. Pelepasan radioaktivitas ke lingkungan sangat minimal karena pengungkung masih utuh dan hydrogen explosion terjadi di ruangan antara pengungkung dan bangunan reaktor

3. Saya ulangi lagi di sini:
Sistem proteksi berfungsi, terbukti reaktor padam ketika gempa terjadi.
Sistem RHR juga berfungsi, sampai dengan 1 jam ketika tsunami melanda. Panas peluruhan telah turun menjadi 2% atau 31 MW. Kejadian ini dapat dihindari seandainya sistem RHR menggunakan sistem PASIF, yang artinya untuk mendinginkan reaktor tidak lagi mengandalkan pompa, melainkan dengan memanfaatkan perpindahan panas konveksi alami. Dengan demikian, seandainya benar-benar terjadi station blackout, maka proses pendinginan tetap berlangsung. PLTN-PLTN generasi baru (gen III, dst) yang akan dibangun di beberapa negara (termasuk Indonesia???) sudah menggunakan sistem pasif ini.
Sistem pengungkung berfungsi, mengingat ledakan yang terjadi tidak mengganggu fungsi dan struktur pengungkung.

Dengan demikian aspek 3C (Control, Cool dan Contain) tetap berfungsi, meskipun dalam kondisi gempa yang parah. Akibatnya pelepasan radioaktivitas ke lingkungan adalah minimal.

Sumber: http://tf.ugm.ac.id/?p=2852

 
Leave a comment

Posted by on March 15, 2011 in Fisika

 

Thermalhydraulic Aspect Analysis of Research Reactor using RELAP/SCDAP

ABSTRACT

Thermalhydraulic study of research reactor is still continously improved to considered that there are many postulated accidents cases in safety analysis report (SAR). Thermalhydraulic aspect analysis of research reactor using RELAP/SCDAP was performed. This analysis began with steady state condition calculation for variation of reactor power, then followed by accidents condition considerd in safety analysis report (SAR) such as reactivity insertion accident (RIA), loss of flow accident (LOFA) and loss of coolant accident (LOCA) due to primary cold leg break and beam tube rupture. For steady state calculation, to adjust the flow to the core, the calculation result using computational fluid dynamic (CFD) was used. Then, the results were compared with modified STAT code and measurement. For reactivity insertion accidents simulations were performed with power and reactivity variation inorder to find the worst case, in this thesis paper shown that at low power RIA causes power excursion very high. During loss of flow accident simulation was assumed primary pump trip and without SCRAM, a natural circulation in the reactor tank was established and negative fuel temperature reactivity feedback that maintained the power and fuels temperature were still low. During loss of coolant accident simulation, in case of primary cold leg break at the lowest part, the break flow was stopped by siphon breaker holes existing at the discharge and suction pipe and the water level was remained at that holes level. In case of the beam tube rupture simulation, water level descent to the middle of the core. This simulation assumed that water level monitor gives emergency signal, reactor scram and emergency core cooling system was actuated when water level at 5 m below normal level.

Keywords: thermal hydraulic, research reactor, reactivity insertion accident (RIA), loss of flow accident (LOFA), loss of coolant accident (LOCA), and RELAP/SCDAP

 
Leave a comment

Posted by on March 7, 2011 in Fisika

 

Benefits of Nuclear Power Plant

Benefits of Nuclear Power Plant

 

Recently, the cost of oil is getting higher and higher. The government has also instructed to all of nation apparatus and people to use oil wisely. The crude oil was almost about $135 per barrel. That problem surely forces us to try to find alternative energy to make this condition better. Many scientists have tried to give some solutions to solve energy crisis in our country. Actually, there are many kinds of alternative energy like using renewable resources, winds, solar cells, geothermal, and nuclear. However, choosing the best is not easy. Each of them has its own pluses and minuses. One of good energy alternative is nuclear energy. Nuclear energy is beneficial because it is cheap, safe and environmentally friendly.

Firstly, the nuclear energy is cheap. We can know from the news of television that the cost of crude oil always increases every year. If we compare the cost of oil with the cost of nuclear energy, we will know that the cost of nuclear energy is cheaper. Even, when the cost crude oil is low, the nuclear energy is still cheaper. The nuclear energy usually uses enriched uranium as fuel of reactor. It takes just a little uranium to operate a commercial reactor. As a comparison, one gram of uranium as nuclear fuel equals to 2.4 ton energy of coal. It is very economical. Besides that, the price of nuclear energy is stable because the uranium reserve can store the uranium for several years when the price is low. The storage of uranium is simple. It only requires small space. It means that the uranium can be easily stored until it is needed. Most countries can not store its oil reserve for years. They do not have enough space to store more than 3 or 6 months supply of fossil fuel. It needs a large space. Alternative energy like nuclear energy is one of good solution get small storage and efficient space for national energy.

Secondly, the nuclear energy is safe. The use of nuclear for power plant needs a good coordination between technology, human resources, and regulation. The Integration of the three factors will create safety for people, workers and environment. The Knowledge about safety for using nuclear has advanced from publications of researchers in the world. There is a safety testing known as Probability Safety Assessment (PSA) in nuclear. That assessment can reduce the accident until one millionth. It means in one million action or operation in reactor only one probability of accident. It can be concluded that the operation nuclear reactor is very safe. Besides that, The nuclear power plant is equipped with a fine system known as Defense In Depth. When you are using nuclear as power plant many factors has to be calculated and estimated for make sure that the system will operate safely and running well. All procedures have been regulated with international standard from International Atomic Energy Agency – United Nation (IAEA-UN). If a nuclear power plant is operated in Indonesia, it will be similar like the one in USA, Japan, France, etc. When one country plans to build a nuclear reactor, it must be chosen from the one which has been to work well in other countries. That technology must have been operated for several years without accidents.

Thirdly, the nuclear energy is environmentally friendly. The power plant which uses fossil fuel will produce many dangerous gases like carbon monoxide (CO), carbon dioxide (CO2), sulfur dioxide, nitrogen dioxide, etc. The side effect from fossil fuel power plant is not  only poisonous gases  but also the increase of greenhouse effect and global warming in the world. those things may trigger the melting of glaciers and the ice in the north or south pole. That condition can drown every port city and seacoast in the world. Besides that, sulfur dioxide will cause acid rain. It is also very dangerous. That’s very different when we use uranium as fuel. When enriched uranium is burnt to operate nuclear power plant, it will not produce dangerous gases. The nuclear reactor will operate environmentally friendly without emission. The nuclear fuel is pure and has no sulfur. It is not in contact with the air only confined in fuel element or reactor vessel. That means no nitrogen and no smoke produced to the environment.

Finally, nuclear energy has been tested to be most beneficial to society of the world. Nuclear energy has also known to be a protector of the environment because of the decrease of CO2, greenhouse gases, and other gases which emitted into the atmosphere. Dependence of oil must be reduced by using alternative energy. So, our government should alter our perspective that nuclear energy will give a low price energy to Indonesian people.

Jakarta, June 16th 2008

 

 

 

 
2 Comments

Posted by on June 16, 2008 in Nuklir

 

ROHS DIRECTIVE INFLUENCE WITH X-RAY ANALYSIS INDUSTRIES IN INDONESIA

ROHS DIRECTIVE INFLUENCE WITH X-RAY ANALYSIS INDUSTRIES IN INDONESIA. The Restriction of Hazardous Substances Directive (RoHS) 2002/95/EC was adopted in February 2003 by the European Union. The RoHS directive took effect on July 1, 2006. This directive restricts the use of six hazardous materials in the manufacture of various types of electronic and electrical equipment, it restricts the use of the following : Lead (Pb), Mercury (Hg), Cadmium (Cd), Krom Hexavalen (Cr6+), Polybrominated biphenyls (PBB), Polybrominated diphenyls eter (PBDE). X-ray analysis is one of methods for material analysing agree with RoHS directive, qualitative and quantitative, high presision and non destructive analysis. BAPETEN regulated useful X-ray devices through licensing according to the Nuclear Energy Act No. 10/1997 any activity related to the utilization of nuclear energy shall have license and maintain the safety, the security, the peace, the health of the workers and the public, and the environmental protection. Happened arising quantity of license and company X-ray analysis that significant as 140% quantity of license from 2004 to 2006 dan 127,7% quantity of company from 2004 to 2006.

 

 

Keyword : RoHS, X-Ray Analysis, Nuclear Licensing.

 
Leave a comment

Posted by on July 20, 2007 in Nuklir

 

Peran BAPETEN terhadap rencana PLTN di Indonesia

(Helen Raflis, Staf DPFRZR BAPETEN, email: h.raflis@bapeten.go.id)

Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi listrik di masa mendatang, pilihan terhadap pemanfaatan energi nuklir tampaknya segera ditindaklanjuti. Tim nasional yang bekerja sejak tahun 2001 menyimpulkan, pembangkit listrik tenaga nuklir harus mulai dibangun pada tahun 2010 dan diharapkan beroperasi tahun 2016. Tim yang beranggotakan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang energi itu mengkaji beberapa aspek kesiapan pembangunan PLTN. Di antaranya menyangkut aspek teknologi, SDM, ekonomi, sosial budaya, dan faktor kedaruratan alam yang mungkin terjadi.

Di bidang pengawasan dan regulasi peran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tentunya sangat signifikan dan penting. BAPETEN yang dibentuk berdasarkan UU No. 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran, dengan tugas dan fungsi yang strategis secara nasional dalam bidang pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. BAPETEN memiliki kebijakan dasar pengawasan tenaga nuklir yaitu keberpihakan pada masyarakat dan lingkungan serta penyelenggaraan pengawasan yang senantiasa didasarkan atas prinsip-prinsip pengawasan baik (good regulatory principles) yang bercirikan: mandiri (independent), obyektif dan jelas dalam sikap, penilaian dan keputusan, senantiasa berpihak kepada kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup, profesional, efektif dan efisien, serta transparan, dan akuntabel dalam pelaporan.

Kebijakan Dasar Pengawasan BAPETEN

Kebijakan dasar pengawasan tenaga nuklir di indonesia terdiri dari enam komponen utama yaitu bidang perizinan, peraturan, inspeksi, pengkajian, keteknikan, dan kesiapsiagaan nuklir. Dari masing-masing kebijakan bidang tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut, pertama kebijakan di bidang pengaturan berupa penyediaan peraturan perundangan yang lengkap dan komprehensif yang disesuaikan dengan perkembangan mutakhir sesuai dengan standar internasional dalam pemanfaatan tenaga nuklir, kebijakan di bidang perizinan yaitu penyelenggaraan pelayanan perijinan pemanfaatan tenaga nuklir yang bertanggung jawab, transparan, efektif, dan efisien dengan memperhatikan persyaratan keselamatan dan keamanan nuklir, kebijakan di bidang inspeksi yaitu penyelenggaraan inspeksi secara terpadu, efektif, dan efisien untuk memastikan bahwa pengguna selalu mentaati persyaratan yang telah ditetapkan dalam perijinan dan dapat menjamin keselamatan pekerja dan masyarakat, perlindungan terhadap lingkungan hidup, dan keamanan dalam pemanfaatan tenaga nuklir, kebijakan di bidang pengkajian yaitu peningkatan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan iptek nuklir dalam lingkup sistem dan teknologi pengawasan guna melindungi pengguna, pekerja dan masyarakat serta lingkungan dari pemanfaatan tenaga nuklir, dan terakhir kebijakan di bidang kesiapsiagaan nuklir yaitu pengembangan sistem dan perangkat kesiapsiagan nuklir nasional terpadu yang memiliki kesiagaan tinggi, handal, dan tanggap terhadap setiap kedaruratan nuklir

 

Rencana PLTN

Selain dalam hal pengawasan, BAPETEN juga dituntut untuk melaksanakan pelayanan masyarakat, pembinaan pengguna, pengembangan kapasitas lembaga, kerjasama dalam dan luar negeri. Isu PLTN bukanlah tren baru karena dalam rencana umum kelistrikan nasional sudah tercantum dan diharapkan tahun 2010 bisa dibangun dan 2016 mulai produksi komersial di Semenanjung Muria. Kapasitasnya sampai 4.000 Megawatt (bahkan bisa sampai 7.000 Megawatt) hingga tahun 2025. Rencana PLTN atau “go nuclear” tahun 2016 menyebabkan tantangan dihadapi oleh lembaga pengawas semakin berat, regulasi nasional harus selesai lebih awal. Kerja keras BAPETEN adalah mengadakan kerjasama dan koordinasi dengan mitra nasional dan internasional, sehingga pada akhir tahun 2007-2008, regulasi itu selesai. Seluruh prosedur-prosedurnya dan ketentuan-ketentuan lain sudah harus siap, baik mengenai safety maupun security-nya.

Menurut data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bahwa pada tanggal 10 Oktober 2001 BATAN bersama KAERI (Korean Atomic Energy Research Institute) telah menandatangani Memorandum of Understanding sebesar 200 juta dollar untuk studi kelayakan (feasibility study) berkaitan dengan rencana pembangunan PLTN Madura tahun 2008 yang diharapkan beroperasi pada tahun 2015. PLTN yang akan dikembangkan di Madura adalah PLTN SMART (System Modular Advanced Reactor) 2 unit @ 100 MW. PLTN ini menggunakan teknologi desalinasi (penyulingan air laut) yang akan menghasilkan listrik 200 MW, air bersih 4000 m3/hari dan air laut tua yang akan dengan mudah diolah menjadi garam. PLTN SMART yang akan dikembangkan di Madura hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat jaminan keamanan internasional dari IAEA (International Atomic Energy Agency). Korea Selatan sedang mengembangkan PLTN kecil ini yang diharapkan selesai tahun 2005 dan segera mendapatkan sertifikat keamanan internasional sehingga pada tahun 2008 dapat dikembangkan di Madura.

Dalam hal ini BAPETEN sebagai lembaga pemberi izin tapak, desain, konstruksi, komisioning (operasi), modifikasi dan dekomisioning PLTN dituntut jeli dan cermat terhadap aspek persyaratan teknis termasuk adanya sertifikat jaminan keamanan internasional dari IAEA. Terkait rencana pembangunan PLTN, tahap pertama yang dilakukan adalah sosialisasi PLTN oleh promotor dan penguatan sumber daya manusia di dalam negeri dalam bidang nuklir. Hal ini juga telah dimasukkan ke dalam rencana strategis BAPETEN pada 2005-2009. Awal 2006, BAPETEN diharapkan sudah selesai menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Keputusan Kepala BAPETEN di bidang keselamatan dan keamanan reaktor nuklir, instalasi nuklir nonreaktor, dan radiasi. Selain itu, BAPETEN juga “seharusnya” mengirimkan tenaga-tenaga terpilih untuk menimba ilmu di negara-negara maju dalam hal pengawasan nuklir seperti AS, Jerman, Jepang, Korea atau Australia. Pemerintah tetap tidak boleh mengenyampingkan budaya lokal setempat jika nantinya PLTN itu terwujud. Pemerintah diminta melihat dulu apakah masyarakat setuju atau tidak jika dibangun di daerahnya. Itu semuanya handaknya tetap dikaji secara menyeluruh dan mendalam.

Ketika berbicara teknologi nuklir kita tidak bisa tidak harus membicarakan efek bahaya radiasi yang mungkin terjadi terhadap masyarakat dan lingkungan. Ada beberapa bahaya laten dari PLTN yang perlu dipertimbangkan. Pertama, kesalahan manusia (human error) yang bisa menyebabkan kebocoran, yang jangkauan radiasinya sangat luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup. Kedua, salah satu yang dihasilkan oleh PLTN, yaitu Plutonium memiliki hulu ledak yang sangat dahsyat. Sebab Plutonium inilah, salah satu bahan baku pembuatan senjata nuklir. Kota Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5 kg Plutonium. Ketiga, limbah yang dihasilkan bisa berpengaruh pada genetika. Di samping itu, tenaga nuklir memancarkan radiasi radioaktif yang sangat berbahaya bagi manusia.

Aspek keselamatan merupakan pilar utama yang dapat menekan resiko bahaya radiasi tersebut. BAPETEN mengembangkan “budaya keselamatan“ yang dikembangkan IAEA sesudah terjadinya kecelakaan Chernobyl, yang menyatakan bahwa kecelakaan nuklir disebabkan terutama oleh faktor manusia bukan faktor teknis. Keselamatan nuklir harus dijamin melalui dedikasi terhadap tujuan keselamatan nuklir yang harus dilakukan oleh institusi, manajemen dan individu dari setiap tingkat manajemen, dengan memberikan prioritas utama pada keselamatan nuklir melalui pemikiran yang maju, pengetahuan yang mantap dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dalam melaksanakan komitmen ini BAPETEN akan berusaha keras untuk melaksanakan pengawasan secara ketat melalui pengembangan peraturan keselamatan yang jelas dan transparan. Berdasarkan prinsip pengawasan, tanggung jawab utama keselamatan nuklir terletak pada pemegang izin. Dan tanggung jawab ini sama sekali tidak bisa dipindah tangankan atau dipecah atas tanggung jawab berbagai kegiatan ketenaganukliran misalnya pemasok, importir, kontraktor, dan bahkan pembuat desain. BAPETEN meletakkan empat prinsip kerja untuk menjamin kinerja yang tinggi, diantaranya kemandirian, keterbukaan/transparansi, kejelasan dan efisiensi. Prinsip-prinsip keselamatan ini kemudian dapat diterapkan dalam bentuk prosedur peraturan, perizinan, inspeksi, pengkajian, keteknikan dan kesiapsiagaan nuklir bahkan sampai unit terkecil di lingkungan BAPETEN

Dengan melaksanakan fungsi pengawasan dengan sebaik-baiknya, maka diharapkan dapat mencapai tujuan lembaga, yaitu terciptanya dan terpeliharanya ketentraman masyarakat serta kepercayaan dan dukungan internasional terhadap keselamatan, keamanan dan kedamaian (safeguards) terhadap pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Harapannya dengan adanya BAPETEN masyarakat akan lebih dapat menerima keberadaan IPTEK nuklir dengan perasaan tentram karena adanya lembaga BAPETEN yang mengawasi secara profesional, melalui orang-orang yang penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, stempel BAPETEN melambangkan jaminan keselamatan dan keamanan IPTEK nuklir. Itulah yang ingin dicapai oleh BAPETEN, hal ini tidaklah mudah memerlukan kerja keras, waktu, dan komitmen semua pihak.

BAPETEN hendaknya menegaskan kembali bahwa tugas pengawasan adalah tugas mulia yang dipercaya rakyat, untuk menjamin kesejahteraan, ketentraman dan keselamatan masyarakat, untuk melindungi pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup, sehingga tenaga nuklir dapat dimanfaatkan seluas-luasnya dan masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. Sebagai penutup, mengutip nasehat mantan kepala BAPETEN, “kita inginkan agar BAPETEN itu melaksanakan pengawasan tanpa mengawasi, biarlah mereka para pengguna itu mengawasi diri sendiri, artinya kita harus menciptakan budaya keselamatan, juga kesadaran tentang arti bahaya”

Jakarta, Juni 2005

 
3 Comments

Posted by on March 5, 2007 in Nuklir